Kebanyakan orang ketika tersesat di jalan, tidak terlalu jauh dari tujuan mereka. Maksud gue, misalkan lo mau ke kota A, sebelum ke kota tersebut ada pertigaan, dan lo memilih belok kiri, sedangkan kota A ada di sebelah kanan. Kemudian lo sadar, "Oh, harusnya kanan." Lo puter balik, lalu sampai di kota A. Namun, lain halnya dengan gue dan sekelompok manusia-manusia absurd di sekolah gue. Jadi begini ceritanya... Ehem... Hari sabtu kemarin, gue dan tujuh orang panitia kemah melakukan survei tempat di desa Rogoselo, sebuah desa di kabupaten Pekalongan yang terkenal karena ada makam wali agung di dalamnya. Tujuh orang tersebut adalah Aufa, Nabil, Imam si ketua Pramuka, Hikam "Si Kasur Air Berjalan", Fawaz, Fikri, dan Iffan. Yang satu adalah gue, jadi kami ber-8 pergi ke Rogoselo bersama-sama. Perjalanan dimulai dengan menentukan siapa berboncengan dengan siapa. Gue berboncengan dengan Aufa, Nabil dengan Imam, Hikam dengan Fikri, dan Fawaz bersama dengan Iffan. Lalu kam...
Bernarasi sesuka hati. Berbiasalah, berbahagialah!