Perlahan punggung Pak Syam, dosen Sosiologi, menghilang dari pandangan gue. Begitu pula dengan para mahasiswa lainnya. Gue sendirian di ruang 3.9 gedung FUAD. Gue mematikan semua kipas angin yang menyala, kemudian keluar dari ruangan dan turun ke lantai dasar. Gue melihat ke samping kanan-kiri dari tangga yang baru saja gue lalui. Tidak ada orang yang gue kenali di sini. Lalu, gue melangkah kea rah resepsionis, dan gue temukan sosok ini… “Ekhem…” dehem gue membangunkan sosok tersebut dari lamunannya. “Eh, Azim, sini duduk. Abis makul ya?” tanyanya. “Kita kan barusan sekelas, An. Masa ga ngeh?” balas gue. “Oh iya? Kok gue nggak lihat lo?” “Gue duduk di pojok.” “Pantesan…” Sosok tersebut adalah Andi, anak kelas B semester lalu yang pada semester kali ini kerap kali satu kelas dengan gue di beberapa mata kuliah. Kalau gue gambarkan, Andi ini punya style seperti Dilan yang diperankan oleh Iqbaal Ramadan. Dia sering pakai jaket denim dengan mengendarai sepeda motor C...
Bernarasi sesuka hati. Berbiasalah, berbahagialah!