Langsung ke konten utama

Postingan

Pilu Membiru

            Sabtu malam Minggu, tanggal 6 September tahun 2025. Malam itu udara di Bojong tidak terlalu hangat seperti hari-hari sebelumnya, mengingat belakangan ini masih masuk musim kemarau. Angin berhembus dalam skala 20 – 25 knot. Deru suara kendaraan masih terus menghiasi jalanan yang belum mengenal kata lelah. Hangatnya menu-menu andalan masih bisa dirasakan; baunya masih terus merebak, sementara pelanggan-pelanggan tak henti lalu lalang. Setengah sembilan, Naura baru saja diantar pulang oleh tunangannya, Edwin, setelah keduanya menyelesaikan fitting baju untuk pernikahan mereka pada hari Jumat mendatang. Yamaha Fazzio berwarna hijau telur asin berhenti di depan sebuah rumah dengan warna cat serupa. Pemiliknya melengkungkan bibir seraya berkaca-kaca.             “Ini serius kita bentar lagi mau nikah?” sambil mulai meneteskan air mata, Naura bertanya pada sang pujaan hati.    ...
Postingan terbaru

Membaca Film Spider-Man Brand New Day sebagai Pengingat bahwa Manusia tak bisa Hidup Sendirian

  Film Spider-Man terbaru yang berjudul “Brand New Day” dapat dikatakan sukses besar. Film arahan Destin Daniel Cretton tersebut telah meraup lebih dari 500 juta dolar AS (sekitar Rp8,90 triliun) dalam tujuh hari pertama penayangannya. Capaian itu membuat Brand New Day menjadi film tercepat yang menembus angka setengah miliar dolar AS di Amerika Utara. Dan angka ini akan terus bertambah seiring berjalannya waktu. Film ini berkisah tentang kehidupan baru Peter Parker setelah kejadian di film sebelumnya yaitu No Way Home yang berakhir cukup tragis: Doctor Strange harus merapal mantra agar semua orang di dunia ini melupakan keberadaan Peter Parker—buntut panjang dari konflik dengan Quentin Beck alias Mysterio dalam film Far From Home. Secara garis besar ide utamanya cukup sederhana, yakni menceritakan kehidupan Peter Parker sebagai Spider-Man di lingkungan jalanan New York. Tentu ini membawa perasaan nostalgia terhadap film-film lawas Spider-Man. Sebut saja Spider-Man yang diperanka...

Alienasi dan Diskriminasi terhadap Mahasiswa Internasional

              Minggu sore, 12 Juli 2026. Saya baru saja pulang dari Stadion Hoegeng Pekalongan bersama Haroon setelah berlatih passing sepakbola. Haroon adalah salah satu dari sekian banyak mahasiswa internasional di UIN Gusdur yang berteman dengan saya. Pertama kali saya bertemu Haroon 28 Januari 2026, waktu itu Humas UIN Gusdur membutuhkan talent untuk video promosi kampus tentang keberadaan mahasiswa internasional di UIN Gusdur. Intinya video tersebut bermaksud memberitahu khalayak bahwa di kampus kami ada mahasiswa internasional yang berkuliah di dalamnya. Kebetulan sekali pada bulan Oktober 2025 saya sempat menjadi talent untuk video profil kampus, waktu itu Bu Afina Fahru yang menggandeng saya ke dalam projek tersebut, sebab beliau tahu saya menjadi aktor utama dalam film “Evakuasi” yang merupakan projek UAS dalam mata kuliah Sinematografi & Dramaturgi yang diampu beliau. Jadi saya ditarik untuk projek Humas ini ka...

Memotret Kohesi Sosial Kliwonan Wonoyoso dari Sudut Pandang Individualisme

             Pagi hari. Waktu paling umum bagi sebagian besar masyarakat kelas pekerja untuk berangkat bekerja. Pun juga waktu paling umum untuk berangkat sekolah atau kuliah. Akan tetapi pengalaman berangkat bekerja atau sekolah & kuliah ini akan terasa berbeda jika harus melewati rute Jalan Raya  Kertijayan – Jalan Raya Sapugarut di hari Jumat Kliwon. Ada pemandangan yang berbeda jika dibandingkan dengan hari-hari biasanya, yakni kerumunan pedagang jajan, pakaian, dan lain-lainnya berjejer di pinggir jalan sepanjang Jalan Raya Kertijayan hingga Jalan Raya Sapugarut.             “Kliwonan” atau “Pasar Kliwon” begitu warga setempat menyebutnya. Merupakan semacam tradisi spiritual yang sudah dilestarikan warga Desa Wonoyoso dan sekitarnya sejak lama sekali. Pusat tradisi ini sebenarnya berada pada Masjid Jami’ Wonoyoso yang konon katanya memiliki sumur keramat—jika mandi atau mi...

Review Film Civil War

  Pernah kebayang gak seorang Pablo Escobar dan bini-nya Spider-Man, Mary Jane, collab dalam satu kumpulan adegan menjadi jurnalis yang meliput perang? Yap, kamu tidak salah dengar. Kumpulan adegan tersebut merupakan film berjudul “Civil War” yang rilis tahun 2024 lalu. Disutradarai oleh Alex Garland dan diprakarsai oleh studio A24 yang konon terkenal dengan film-film bertema disturbing dan absurd. Film ini berkisah tentang jurnalis fotografer Bernama Lee Smith, diperankan oleh Kirsten Dunst yang terkenal karena perannya sebagai Mary Jane dalam trilogi Spider-Man-nya Sam Raimi, dan Joel yang diperankan oleh Wagner Moura yang juga dikenal luas karena perannya sebagai Pablo Escobar dalam serial Narcos tayang di Netflix. Film ini berlatar di Amerika Serikat yang sedang mengalami goncangan politik dikarenakan Presiden mereka telah memasuki periode ketiga dan konon menjadi pemimpin yang dictator. Hal ini kemudian memicu ketidaksetujuan banyak pihak, sehingga melahirkan gerakan separa...