Dua bulan belakangan ini gue sedang dekat dengan cewek bernama Angel. Gue ketemu dia di organisasi, yah elah, anak organisasi lagi. Ya, gue ketemu dia berkat sebuah event olahraga dan seni. Kami berada dalam satu tim di lomba PBB. Kami ini nggak sekedar dekat, kami bahkan sudah saling mengetahui perasaan satu sama lain. Suatu hari dia bilang ke gue pengin 'confess'. Dia ternyata menyukai gue, begitu pun gue. Namun, karena gue sedang dalam perjanjian dengan sahabat gue yang sedang di pesantren, yaitu Miftah; gue nggak boleh pacaran selama satu tahun sampai dia pulang dari pesantren, kalau gue bisa melewati tantangan tersebut, gue akan ditraktir satu porsi nasi goreng. Ya, istilahnya taruhan gitu lah. Gue bilang ke Angel bahwa gue belum bisa kalau harus menjalin hubungan alias pacaran dengannya, atau lebih sederhananya, "Kita temenan aja ya, Angel." Gue kira gue bakalan melukai hati Angel dengan berkata demikian. Ternyata sebaliknya, Angel mau kalau gue dengan dia ...
Bernarasi sesuka hati. Berbiasalah, berbahagialah!