Terima Kasih, Oktober.

Terima kasih, Oktober. Engkau manis, penuh kenangan. Semoga November nggak asem. Segala kenangan di Oktober akan selalu gue kenang, termasuk pertemuan gue dengan Angel. Namun, dua hari ini gue berpikir. Apakah gue akan tetap bersama dia? Teman gue, Lisa, berkata sinis ketika gue ceritakan kegelisahan gue ini. Dia bilang ke gue, "Lo kelihatan gelisah banget, emangnya lo bakalan sama dia terus?,"

Gue berpikir sejenak, lalu menjawab dengan jawaban yang ngelantur. 
"Gue cari lagi lah kalo nggak bareng lagi," 
"Gila ya lo!" jawab dia.
"Temen lo yang baju putih itu cantik, boleh lah," ucap gue makin ngelantur.
"Oh, si Reva? Dia udah ada yang punya," Lisa menanggapi kebuayaan gue.
"Udah ketebak, sih. Yaudah lah, gue jadi gay aja kali ya?"
"Dih!" Lisa menghindari gue yang makin aneh.

Komentar

Postingan Populer