Kembali Penuh
Pagi ini gue bangun dengan perasaan was-was dan ketakutan. Gue bermimpi Thanos datang menginvasi desa Kertijayan bersama pasukan aliennya. GILA! Gue berlari dari lapangan tempat gue bermain dengan dua teman gue yang mukanya nggak kelihatan, ya, aturan mimpi memang begitu. Gue berlari menuju kontrakan gue dengan perasaan sangat ketakutan dikarenakan Thanos berhasil mengumpulkan ke-enam "Infinity Stones", dan konon katanya ia bisa menghapus setengah populasi makhluk di alam semesta. Yang lebih menakutkan, sebenarnya gue tidak mengontrak. Gue tinggal bersama nyokap, bokap, dan abang gue, lalu kenapa di dalam mimpi ngontrak? Aneh. Setelah mengemasi barang-barang penting di dalam kontrakan, gue keluar dari rumah kontrakan dan kemudian terbangun dari mimpi gue.
Hari ini sekolah gue kembali normal, berangkat full tidak menggunakan sistem shift lagi. Seketika perasaan was-was gue sirna, berganti dengan perasaan senang. Gue berangkat sekolah dengan senyum yang merekah ditutupi masker duckbill warna putih, kegantengan gue nggak kelihatan.
AKHIRNYA!!! Setelah ribuan tahun, eh. Setelah satu tahun, akhirnya gue kembali merasakan sekolah full class. Nggak ada lagi shift-shiftan. Suasana kelas seketika berubah. Yang tadinya kelas gue ini seperti kuburan massal korban perang namun ada dua orang autis yang suka joget-joget, sekarang mendadak seperti pasar loak. Ramai. Shift A dan B bersatu. Yah... walaupun masih ada beberapa kampret-kampret yang enggan masuk sekolah dengan alasan-alasan tidak masuk akal mereka, seperti membantu Doraemon menjadi Hokage ke-8, membantu para penjahat untuk mengalahkan Shiva, dan yang paling aneh adalah mendirikan kekaisaran di daerah Buaran ini. Nyebelin. Nabil dan gue kembali dipersatukan, cuakz, kenapa jadi jijik gini?
Pelajaran pun dimulai. Pelajaran pertama hari ini adalah Bahasa Indonesia, salah satu mapel terfavorit gue di sekolah. Diampu oleh Ustaz Drs. Ikhsanuddin atau yang lebih akrab dipanggil dengan Pak Ikhsan. Gue kembali merasakan betapa menyenangkannya sekolah satu kelas penuh yang terakhir kali gue rasakan ketika kelas 9 MTs. Akhir tahun itu pun sekolah ditiadakan, ujian ditiadakan, semuanya serba daring, lo tahu lah apa penyebabnya.
Gue juga kembali merasakan rasanya duduk tidak sendirian. Gue duduk bersama Nabil. Di belakang gue ada Rohid dan Tsaqif, lalu ada Khafid dan Abdillah (bukan abang gue), ada Nayif dan Sandi yang selalu ketawa-ketiwi, lalu Arsya dan Nabil KW (gue nyebutnya KW karena ada 2 Nabil, jadi biar gampang) Biasanya ada Tamam, namun hari ini dia ghoib (sebutan untuk alpa, alias tanpa keterangan) dia duduk bersebelahan dengan Haikal, semestinya.
Ketika jamkos (jam kosong) biasanya gue dan Haikal berdiri di depan kelas nari Tor-tor bersama sambil berteriak, "NASIRIINN." Maaf ya, Pak. Kami durhaka.
Kemudian Pak Nasirin, guru mapel PKN datang. Perang dimulai.
Adegan di atas jangan ditiru, butuh latihan ribuan tahun.
Kali ini agak berbeda karena kelasnya penuh. Kami hanya menari di barisan bangku paling timur, wibawa dong, Men! Kami kembali menari Tor-tor disertai memperagakan parodi siswa terkampret sekelas, Ghufron, maaf ya Ghufron kalo lo baca ini, xixixixi.....
Nayif, Sandi, Nabil, Adib, semuanya tertawa, tidak ketinggalan Khafid dan Abdillah dengan gaya tertawa bengek khasnya, kebanyakan makan asap motor sih!
"Coba peragain Ghufron kalo telat masuk kelas dong." pinta Khafid.
"Oke." jawab Haikal.
Haikal kemudian memlehoykan badannya sambil berteriak-teriak, "WOIII NAYIPPP DASTERRR NAYIPP."
Itu adalah kata yang sering diucapkan Ghufron ketika di kelas. Nayif, Daster, Nayif, dan Daster. Cuma dua itu.
Selain tari Tor-tor dan parodi, kelas kami tidak hanya berisikan orang aneh seperti gue dan Haikal, banyak yang lebih aneh. Oh, Tuhan. Terlihat dari ketinggian 2.039 mdpl, Nabil sedang berdiskusi tentang sejarah bersama dengan Wafa, lalu ada Arsya yang sibuk memparodikan video yang belakangan ini sedang viral, yaitu "Mu tangina Si Optimum Pride", yang satu ini nggak usah gue jelasin deh, males. Ada Yazid yang selalu tidur. Rohid, Syafi, dan Kamil yang sedang menghitung uang kas, lalu Hanafi, Yagin (bukan Nagin), dan Basyar sedang berbincang-bincang, gue nggak tahu mereka ngobrol apa, volumenya nggak kenceng. Ada duo Aulia bersama Labib sedang bermalas-malasan, inilah kelas gue. XI IPS 1. SELAMAT DATANG DI SINI!
Namun, sayangnya di tengah kebahagiaan gue karena sekolah sudah full, sekolah dibubarkan. Sialan. Pembubaran ini bukan tanpa sebab, ada anak tawuran di gang sebelah, bukan juga. Argh. Ada rapat guru yang menyebabkan tidak memungkinkannya KBM tetap dilaksanakan. Akhirnya, kami semua pun pulang ke rumah masing-masing dan ponpes masing-masing. Meskipun agak kecewa, namun gue tahu hari ini gue bahagia. Akhirnya gue temukan hari yang menyenangkan di bulan November ini. Terima kasih, 20 November.
Komentar
Posting Komentar