Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2025

Aku Berharap Ini Tak Terjadi Kepadamu

              Pukul setengah dua belas malam. Biasanya jam segini gue sedang scrolling media sosial, entah itu Tiktok atau Instagram, atau sekadar geser-geser story WhatsApp orang-orang di kontak gue. Namun, kali ini ada kegiatan yang agak di luar kebiasaan gue: jeprat-jepret musolla se-Kertijayan. Terdengar aneh, kurang kerjaan, dan “hey, buat apa sih?” Tapi ini adalah bagian dari tugas akhir mata kuliah Peta Dakwah yang jujur gue selama satu semester nggak ngerti apa-apa.             “Ini udah terakhir belum, Zim?” tanya Dayat yang menemani gue dalam proyek absurd ini.             “Udah, sekarang kita ke minimarket kayak lo bilang tadi. Yang musolla di bawah tower skip aja, rame orang…”             Sesi susur musolla dan pemotretan usai. Ada dua puluh satu m...

Panduan Mempersiapkan Pernikahan Pt 2

  “Habis ndhodhok ini selanjutnya prosesi apa lagi, Ma?” tanya gue.             “Selanjutnya ada tukar cincin, itu masih bulan depan, kira-kira pertengahan Februari.”             “Ohhhh begitu, kayak yang rame-rame bawa keluarga besar itu ya?”             “Betul.”             Minggu, 16 Februari. Gue bangun dengan perasaan yang samar-samar—antara senang dan bingung. Senang karena gue bangun ada hawa-hawa bahagia di sekitar gue yang memicu gue untuk mengucap syukur—ada banyak tetangga yang rewang di rumah gue. Bingungnya? Tentu saja karena masih terbawa narasi yang sama pada bab sebelumnya: semua ini untuk apa? Pernikahan itu sejatinya apa? Kenapa semua orang tersenyum di hari-hari dalam rangkaian acara ini, kecuali gue?      ...