Malam Terkampret

Rabu, 3 November 2021. Tepat pada malam harinya, abang gue, Abdillah, minta dianterin ke rumah temannya. Rencananya mereka hendak pergi berziarah ke Yogyakarta, gue mengiyakan. Kami pun sampai, otomatis tugas gue mengantarkan abang gue selesai. Dari sinilah kekampretan dimulai.

Ketika gue berhenti di lampu merah, tiba-tiba ada cowok cewek yang sedang berboncengan, sebut saja mereka berpacaran, berhenti di depan gue. Sialan. Lo nggak kasihan dengan gue yang jomblo ini?. Beberapa detik kemudian, di samping gue hadir sepasang sejoli yang amat mesra, mereka berpelukan. Sialan pangkat dua (Sial²). Lampu yang tadinya merah, tak terasa sudah hijau. Gue menarik tuas gas sepeda motor gue. Klontong klontong, knalpot sejoli di depan gue berisik dan mengeluarkan asap. Chuaksss (mual). SIALAN BANGET LO SEMUA! PACARAN ITU DOSA, DITAMBAH LO NGEHINA GUE, FIKSS DOSA LO SEMUA BERTUMPUK-TUMPUK, KAMPRET.
Lalu, di sepanjang jalan gue teringat Angel. Gue gelisah banget ketika ingat tentang pramugari.
Sepulang mengantar abang gue, gue main ke rumah teman gue, Nabil. Rumah Nabil ini adem, cocok untuk menonton film sambil bermalas-malasan, eh kenapa bahas rumah? Kembali ke topik. Gue lagi main di rumah Nabil, lalu menonton youtube channel Ewing HD, waktu itu Ewing sedang live streaming bahas hantu Malaysia. Namun, entah mengapa tiba-tiba gue nyasar. Gue mengetik 'pramugari' di tombol pencarian, dan yang hasil yang gue dapatkan adalah... Kampret. Youtube sialan!
Gara-gara nontonin video-video tersebut, gue semakin overthinking. Gue takut. Gue khawatir kalau suatu saat Angle benar-benar jadi pramugari, dan dia digituin sama oknum-oknum kampret seperti mereka yang gue tonton ini. Pramugari-pramugari ini dicium pilotnya, diajak main kuda poni sama pilot atau bahkan penumpangnya, woy, please!.
Gue benar-benar speechless. Ketakutan gue menjadi-jadi. Teman gue datang lagi 4, gue cerita ke salah satu dari mereka, namanya Arjun. Arjun bilang ke gue, "Lo percaya nggak sama Angle? Kalo lo percaya, ya lo nggak perlu khawatir."
"Gue sih percaya dia, Jun. Tapi kan kita gak ada yang tau, ntar kalo tiba-tiba dia digituin terus gue gimana?." 
Arjun hanya diam sambil memegangi handphonenya. Terlihat dari jarak setengah meter, layar handphonenya berwarna hijau disertai ornamen-ornamen ala sepak bola, tanda dia sedang bermain PES. Gue diam. Malam ini menjadi malam terkampret bagi gue di bulan November ini. Semoga tidak ada lagi kejadian kampret seperti ini, ATAU LEBIH PARAH LAGI?!?!.

Komentar

Postingan Populer