Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2025

Rangkuman Madilog: Bagian Pertama

Bagian Pertama: Logika Mistika             Tan Malaka tidak banyak basa-basi dan langsung mengajak para pembaca untuk berhadapan dengan pemikiran yang sudah sejak lama sekali ada, namun pemikiran tersebut menghambat/membelenggu cara pikir rasional dan sains. Beliau memulai dengan mengutip firman Mahadewa Ra, salah satu Dewa yang disembah dalam kepercayaan Mesir Kuno, yang bunyinya sebagai berikut:             “Ptah: maka timbullah bumi dan langit. Ptah: maka timbullah bintang dan udara. Ptah: maka timbullah Sungai Nil dan daratan. Ptah: maka timbullah tanah subur dan gurun.”             Kutipan firman Mahadewa Ra ini jadi gambaran umum tentang logika mistika, premisnya ada pada rohani spiritual, ide Dewa. Rohani dianggap sebagai sumber yang maha kuasa dan dia yang kemudian menciptakan zat materi/benda hanya dengan firm...

Madilog sebagai Antitesis Pemikiran Mistis yang Kolot

               Ibrahim Datuk Sutan Malaka, atau kita semua sering mendengar namanya sebagai Tan Malaka, lahir di Nagari Pandam Gadang, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat pada tanggal 02 Juni 1897. Beliau lahir dari pasangan HM. Rasad Chaniago, seorang buruh tani, dan Rangkayo Sinah Simabur, seorang putri dari tokoh terpandang.             Tan Malaka memiliki keterampilan berbahasa Belanda, dan di masa produktifnya dalam belajar sejak kecil sampai dewasa, yaitu tahun 1909-1919, beliau mendapat gelar Diploma Hulpacte (semacam sertifikat layak mengajar) atas kelulusannya dari Rijks Kweekschool (Sekolah Guru Negeri) di Haarlem, Belanda .   Kegemaran beliau membaca buku-buku seputar pandangan budaya dan politik para pemikir Jerman membuat beliau terpantik dan angkat topi dengan kebudayaan dan pandangan politik Jerman. Hal ini kemudian menjadi arah panutan politik Tan Malaka yang mend...