Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Cerita harian

Alienasi dan Diskriminasi terhadap Mahasiswa Internasional

              Minggu sore, 12 Juli 2026. Saya baru saja pulang dari Stadion Hoegeng Pekalongan bersama Haroon setelah berlatih passing sepakbola. Haroon adalah salah satu dari sekian banyak mahasiswa internasional di UIN Gusdur yang berteman dengan saya. Pertama kali saya bertemu Haroon 28 Januari 2026, waktu itu Humas UIN Gusdur membutuhkan talent untuk video promosi kampus tentang keberadaan mahasiswa internasional di UIN Gusdur. Intinya video tersebut bermaksud memberitahu khalayak bahwa di kampus kami ada mahasiswa internasional yang berkuliah di dalamnya. Kebetulan sekali pada bulan Oktober 2025 saya sempat menjadi talent untuk video profil kampus, waktu itu Bu Afina Fahru yang menggandeng saya ke dalam projek tersebut, sebab beliau tahu saya menjadi aktor utama dalam film “Evakuasi” yang merupakan projek UAS dalam mata kuliah Sinematografi & Dramaturgi yang diampu beliau. Jadi saya ditarik untuk projek Humas ini ka...

Aku Berharap Ini Tak Terjadi Kepadamu

              Pukul setengah dua belas malam. Biasanya jam segini gue sedang scrolling media sosial, entah itu Tiktok atau Instagram, atau sekadar geser-geser story WhatsApp orang-orang di kontak gue. Namun, kali ini ada kegiatan yang agak di luar kebiasaan gue: jeprat-jepret musolla se-Kertijayan. Terdengar aneh, kurang kerjaan, dan “hey, buat apa sih?” Tapi ini adalah bagian dari tugas akhir mata kuliah Peta Dakwah yang jujur gue selama satu semester nggak ngerti apa-apa.             “Ini udah terakhir belum, Zim?” tanya Dayat yang menemani gue dalam proyek absurd ini.             “Udah, sekarang kita ke minimarket kayak lo bilang tadi. Yang musolla di bawah tower skip aja, rame orang…”             Sesi susur musolla dan pemotretan usai. Ada dua puluh satu m...

Panduan Mempersiapkan Pernikahan Pt 2

  “Habis ndhodhok ini selanjutnya prosesi apa lagi, Ma?” tanya gue.             “Selanjutnya ada tukar cincin, itu masih bulan depan, kira-kira pertengahan Februari.”             “Ohhhh begitu, kayak yang rame-rame bawa keluarga besar itu ya?”             “Betul.”             Minggu, 16 Februari. Gue bangun dengan perasaan yang samar-samar—antara senang dan bingung. Senang karena gue bangun ada hawa-hawa bahagia di sekitar gue yang memicu gue untuk mengucap syukur—ada banyak tetangga yang rewang di rumah gue. Bingungnya? Tentu saja karena masih terbawa narasi yang sama pada bab sebelumnya: semua ini untuk apa? Pernikahan itu sejatinya apa? Kenapa semua orang tersenyum di hari-hari dalam rangkaian acara ini, kecuali gue?      ...

Panduan Mempersiapkan Pernikahan

            Akhir Desember 2024. Menuju awal tahun yang penuh harap dan cita-cita. Pun dihinggapi berjuta rasa cinta. Rasa cinta ini saking besarnya sampai membawa sebuah tanya pada Bunda yang termenung di halaman rumah. Tanya yang tak diharap hadir dari teman sejawat anak pertama Bunda. Sebut saja namanya Ndofar, teman abang gue main sepak takraw di masa lampau. Suatu hari ia datang ke rumah membawa tanya yang kalau kita mendengarnya kita akan refleks berkata, “Gak bahaya ta?” Berikut pertanyaannya:             “Bu, Hasan itu sudah umurnya menikah, kok belum menikah memangnya njenengan melarang ya?” tanya Ndofar pada Ibunda.             Ibunda terhenyak mendengar pertanyaan tersebut, bahkan jauh di lubuk hatinya beliau menangis. Sambil mencoba tenang beliau menjawab, “Saya tidak melarang anak saya menikah, kok.” ...

Nahdlatul Azimmiyah (Membangun dan Menghancurkan)

              Di negeri ini pernah ada banyak sekali gerakan-gerakan kebangkitan, mulai dari Nahdlatut Tujjar (Kebangkitan Pedagang), Nahdlatul Wathan (Kebangkitan Bangsa), Nahdlatul Ulama’ (Kebangkitan Ulama’), sampai juga berdirinya organisasi Boedi Oetomo yang hingga kini diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Dan gue yakin sebenarnya di luar sana masih banyak gerakan-gerakan kebangkitan di negeri ini yang tidak gue tahu atau tidak gue pelajari di bangku sekolah.             Dalam diri gue sendiri, selama satu tahun terakhir ini, gue merasakan ada semacam kebangkitan juga. Dan pada detik tulisan ini dibuat, gue telah memberi nama pada gerakan kebangkitan ini sebagai “Nahdlatul Azimmiyah”, atau yang berarti “Kebangkitan Azim”. Ya, agak terdengar lugu dan wagu, sih, namun itu terdengar seperti pemicu semangat bagi gue. Lantas memangnya kebangkitan apa saja yang g...