Langsung ke konten utama

Kreatif, Inovatif, Primitif

Teman satu kelas gue, Dodo, sedang presentasi tentang ketenagakerjaan pada pelajaran ekonomi. Di sesi tanya jawab, gue bertanya, "Bagaimana kriteria tenaga kerja yang baik?"
Dodo menjawab pertanyaan gue dengan serius.
"Tenaga kerja yang baik adalah tenaga kerja yang sanggup menyesuaikan perkembangan zaman, artinya dia tahu perkembangan teknologi, sehingga tidak bisa dikatakan sebagai primitif."
     Kata-kata terakhir sangat membekas di hati dan benak gue. Gue memandangi sekujur tubuh gue, set dah. Gue ini orangnya bisa dikatakan setengah primitif, di luar pembahasan ketenagakerjaan tadi. Di saat orang-orang banyak bolak-balik di beranda tiktok, instagram, dll. gue justru mondar-mandir menu handphone. Well, sebenarnya gue punya instagram, namun gue jarang aktif.
     Mungkin sebagian dari kalian tahu kalau gue ini adalah kreator video. Namun, beberapa bulan ini sedang vakum. Serial YouTube gue, Manusia-manusia Absurd, pun mangkrak di tengah jalan, padahal masih ada dua episode terakhir yang belum digarap. Kalau kalian pengin nonton Manusia-manusia Absurd kalian bisa cek di link ini:
 https://youtube.com/channel/UC3AtcJEm8HnykySnuaetxEA


Oke, kembali ke topik. Gue setengah primitif. Teman gue yang lain, Khafid, menyuruh gue untuk mencoba tiktok. Gue kemudian memberanikan diri untuk install aplikasi yang sempat gue roasting habis-habisan dua tahun ke belakang ini.
  Dan ternyata... booomm! Video pertama gue pecah. Sekitar 300 ribu orang menyaksikan video pertama gue di tiktok, gila.

Gue semakin bersemangat dalam menjalani kehidupan gue ini. Yang tadinya awal November gue sempat asem, kali ini agak manis. Semoga semakin manis. 

Gue teringat perkataan Dodo tentang primitif. Bahwa ternyata, manusia hanya perlu mengikuti arus zaman supaya tidak tertinggal. Namun, jangan terlalu terbawa, bisa-bisa lo hanyut.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memotret Kohesi Sosial Kliwonan Wonoyoso dari Sudut Pandang Individualisme

             Pagi hari. Waktu paling umum bagi sebagian besar masyarakat kelas pekerja untuk berangkat bekerja. Pun juga waktu paling umum untuk berangkat sekolah atau kuliah. Akan tetapi pengalaman berangkat bekerja atau sekolah & kuliah ini akan terasa berbeda jika harus melewati rute Jalan Raya  Kertijayan – Jalan Raya Sapugarut di hari Jumat Kliwon. Ada pemandangan yang berbeda jika dibandingkan dengan hari-hari biasanya, yakni kerumunan pedagang jajan, pakaian, dan lain-lainnya berjejer di pinggir jalan sepanjang Jalan Raya Kertijayan hingga Jalan Raya Sapugarut.             “Kliwonan” atau “Pasar Kliwon” begitu warga setempat menyebutnya. Merupakan semacam tradisi spiritual yang sudah dilestarikan warga Desa Wonoyoso dan sekitarnya sejak lama sekali. Pusat tradisi ini sebenarnya berada pada Masjid Jami’ Wonoyoso yang konon katanya memiliki sumur keramat—jika mandi atau mi...

Satu Gagang Sapu

       Sabtu, 11 April 2026. Saya bangun tidur dengan perasaan lega karena baru saja menuntaskan satu tanggung jawab. Ketika mata melek, tak ada perasaan berat seperti beberapa hari sebelumnya. Akan tetapi perasaan tersebut ternyata tidak bertahan lama--langsung terusik oleh postingan status whatsapp salah satu teman di kampus yang baru saja dilamar oleh kekasihnya.    Bukan, bukan berarti saya cemburu karena teman saya dilamar. Pun kalau bisa dikata cemburu, konteks cemburunya bukan cemburu secara romantis, saya lebih memilih cemburu secara finansial. Sebab, secara praktis, mereka yang telah berani menapaki jalan menuju pernikahan artinya sudah bisa dikatakan mapan (walaupun tentu tidak sepenuhnya) baik secara finansial maupun mental dan aspek lainnya.      Saya mbatin sejenak, "Memang ya, bangun tidur itu harusnya langsung solat subuh habis itu olahraga atau baca buku, bukan malah buka medsos." Baru satu postingan saja sudah bikin saya mbat...

Alienasi dan Diskriminasi terhadap Mahasiswa Internasional

              Minggu sore, 12 Juli 2026. Saya baru saja pulang dari Stadion Hoegeng Pekalongan bersama Haroon setelah berlatih passing sepakbola. Haroon adalah salah satu dari sekian banyak mahasiswa internasional di UIN Gusdur yang berteman dengan saya. Pertama kali saya bertemu Haroon 28 Januari 2026, waktu itu Humas UIN Gusdur membutuhkan talent untuk video promosi kampus tentang keberadaan mahasiswa internasional di UIN Gusdur. Intinya video tersebut bermaksud memberitahu khalayak bahwa di kampus kami ada mahasiswa internasional yang berkuliah di dalamnya. Kebetulan sekali pada bulan Oktober 2025 saya sempat menjadi talent untuk video profil kampus, waktu itu Bu Afina Fahru yang menggandeng saya ke dalam projek tersebut, sebab beliau tahu saya menjadi aktor utama dalam film “Evakuasi” yang merupakan projek UAS dalam mata kuliah Sinematografi & Dramaturgi yang diampu beliau. Jadi saya ditarik untuk projek Humas ini ka...