Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Cinta

Aku Berharap Ini Tak Terjadi Kepadamu

              Pukul setengah dua belas malam. Biasanya jam segini gue sedang scrolling media sosial, entah itu Tiktok atau Instagram, atau sekadar geser-geser story WhatsApp orang-orang di kontak gue. Namun, kali ini ada kegiatan yang agak di luar kebiasaan gue: jeprat-jepret musolla se-Kertijayan. Terdengar aneh, kurang kerjaan, dan “hey, buat apa sih?” Tapi ini adalah bagian dari tugas akhir mata kuliah Peta Dakwah yang jujur gue selama satu semester nggak ngerti apa-apa.             “Ini udah terakhir belum, Zim?” tanya Dayat yang menemani gue dalam proyek absurd ini.             “Udah, sekarang kita ke minimarket kayak lo bilang tadi. Yang musolla di bawah tower skip aja, rame orang…”             Sesi susur musolla dan pemotretan usai. Ada dua puluh satu m...

Panduan Mempersiapkan Pernikahan Pt 2

  “Habis ndhodhok ini selanjutnya prosesi apa lagi, Ma?” tanya gue.             “Selanjutnya ada tukar cincin, itu masih bulan depan, kira-kira pertengahan Februari.”             “Ohhhh begitu, kayak yang rame-rame bawa keluarga besar itu ya?”             “Betul.”             Minggu, 16 Februari. Gue bangun dengan perasaan yang samar-samar—antara senang dan bingung. Senang karena gue bangun ada hawa-hawa bahagia di sekitar gue yang memicu gue untuk mengucap syukur—ada banyak tetangga yang rewang di rumah gue. Bingungnya? Tentu saja karena masih terbawa narasi yang sama pada bab sebelumnya: semua ini untuk apa? Pernikahan itu sejatinya apa? Kenapa semua orang tersenyum di hari-hari dalam rangkaian acara ini, kecuali gue?      ...

Panduan Mempersiapkan Pernikahan

            Akhir Desember 2024. Menuju awal tahun yang penuh harap dan cita-cita. Pun dihinggapi berjuta rasa cinta. Rasa cinta ini saking besarnya sampai membawa sebuah tanya pada Bunda yang termenung di halaman rumah. Tanya yang tak diharap hadir dari teman sejawat anak pertama Bunda. Sebut saja namanya Ndofar, teman abang gue main sepak takraw di masa lampau. Suatu hari ia datang ke rumah membawa tanya yang kalau kita mendengarnya kita akan refleks berkata, “Gak bahaya ta?” Berikut pertanyaannya:             “Bu, Hasan itu sudah umurnya menikah, kok belum menikah memangnya njenengan melarang ya?” tanya Ndofar pada Ibunda.             Ibunda terhenyak mendengar pertanyaan tersebut, bahkan jauh di lubuk hatinya beliau menangis. Sambil mencoba tenang beliau menjawab, “Saya tidak melarang anak saya menikah, kok.” ...

Malioboro dan Fotografer Patah Hati

  Jogja selalu membuat setiap orang yang pernah hadir secara fisik di sana untuk kembali karena rindu yang menggebu. Mungkin benar adanya penggalan sajak dari Joko Pinurbo yang berbunyi, "Jogja terbuat dari rindu, pulang, dan angkringan", sebab ia benar-benar memiliki magnet yang selalu membawa kembali orang-orang yang pernah ke sana, tidak terkecuali gue. Iya... Gue. Tahun 2024 ini adalah keempat kalinya gue menginjakkan kaki di Jogja, pertama kali di tahun 2019 bersama IPNU IPPNU Kertijayan dalam rangka wisata religi, lalu 2021 masih bersama IPNU IPPNU Kertijayan, dan terakhir 2022 ketika gue diajak Nabil teman MA gue ikut Bokapnya dagang di Pasar Beringharjo, munkin jika berkenan suatu hari gue akan ceritakan yang terakhir itu. Kembalinya gue ke Jogja di awal tahun 2024 juga menandai dimulainya resolusi tahun baru gue yang sudah gue rancang sejak akhir tahun 2023 kemarin, yakni berhenti sejenak dari hiruk pikuk percintaan dan menjalani hidup sebagaimana mestinya gue haru...