Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Komedi

Panduan Mempersiapkan Pernikahan Pt 2

  “Habis ndhodhok ini selanjutnya prosesi apa lagi, Ma?” tanya gue.             “Selanjutnya ada tukar cincin, itu masih bulan depan, kira-kira pertengahan Februari.”             “Ohhhh begitu, kayak yang rame-rame bawa keluarga besar itu ya?”             “Betul.”             Minggu, 16 Februari. Gue bangun dengan perasaan yang samar-samar—antara senang dan bingung. Senang karena gue bangun ada hawa-hawa bahagia di sekitar gue yang memicu gue untuk mengucap syukur—ada banyak tetangga yang rewang di rumah gue. Bingungnya? Tentu saja karena masih terbawa narasi yang sama pada bab sebelumnya: semua ini untuk apa? Pernikahan itu sejatinya apa? Kenapa semua orang tersenyum di hari-hari dalam rangkaian acara ini, kecuali gue?      ...

Taro Latte pt 2: Kehidupan Sang Troublemaker

  Lanjutan dari part sebelumnya… Mendengar kata jodoh, Mbak Diah mengencangkan posisi duduknya dan mencoba mendengarkan gue dengan saksama. Lalu, gue jelaskanlah aplikasi marketing dalam mencari jodoh tersebut. Mereka semua amaze. “OH TERNYATA GITU? Bagi link podcastnya, biar gue juga nonton langsung,” ujarnya antusias.             “Taro Latte, Cappucino, sama Mie Dokdok duanya, Kak.” Waiters menghampiri tempat duduk gue. Menaruh pesanan gue di meja yang sudah sesak dengan buku dan tas—juga segala cerita absurd gue.             “Ini namanya apa tadi?” tanya gue pada seluruh hadirin di meja ini—sambil memegangi gelas berisi Taro Latte yang baru saja dihantarkan Waiters.             “Taro Latte,” jawab Muslimah.             “Sekarang jadi Angkat Latte.” G...

Taro Latte dan Ban Lepas

              Pukul sepuluh malam, saat jalanan mulai sepi namun aktivitas di alun-alun menunjukkan hal sebaliknya. Dua orang pemuda semi-stabil berjalan-jalan di area alun-alun sambil menguliti tiap aspek yang ada di dalamnya. Salah satu dari pemuda itu terlihat antusias sebab ia tak pernah pergi ke alun-alun dengan tatanan yang baru ini. Ya, mereka adalah gue dan Dayat yang baru saja selesai gathering di kafe Lancar Abadi. “Lho, kok air mancurnya berhenti sendiri, Yat?” gue kebingungan menyaksikan air mancur alun-alun Kajen yang mendadak berhenti melakukan atraksinya.             “Kayaknya barusan lo ngucapin kata rahasia, deh, makanya jadi gitu,” jawab Dayat.             “Ya udah ayok balik mukul-mukul yang kuning tadi.”             Kami pun melanjutkan ...

Balada Gigitan Tomcat

              Kamis sore, 7 November 2024 kemarin. Ada sesuatu yang mengganjal yang gue rasakan sepulang kuliah. Ada sensasi luar biasa yang menghinggapi tubuh gue yang entah datangnya dari mana. Sensasi tersebut membakar leher sebelah kiri. Pedas!! Panas!! Membuat gue berteriak kesakitan minta tolong pada pemadam kebakaran.             Awalnya gue kira itu hanyalah gejala gatal biasa, disebabkan iritasi ringan, namun semakin dirasa rasa sakit ini kian menyiksa. Gue mengadu pada nyokap.             “Ma, leherku sakit gatel-gatel dari kemarin. Kira-kira kenapa?” tanya gue.             “Coba sini lihat,” jawab Nyokap.             “YA ALLAHHH APA INI?”         ...