Langsung ke konten utama

Postingan

About Me (Kenalan Lagi Yuk!)

      Jumat, 29 Juli 2022 gue mendapat sebuah tantangan unik, yaitu tantangan 30 hari menulis. Gue pun merasa tertantang karenanya. Selain karena sekarang gue sudah hampir turun jabatan, juga untuk mengusir malas yang hinggap sejak liburan. Haha. Hari pertama dari tantangan 30 hari menulis adalah menulis tentang diri gue, so, ayo kita kenalan lagi. Buat yang baru mampir ke sini juga, mari kita nikmati bersama sajian absurd ini. Di segmen-segmen ini dan seterusnya, insya Allah gue akan mulai jujur. Gue nggak akan memakai nama samaran seperti yang sudah-sudah. Dan mereka yang sempat disamarkan…. Tunggu saja. Wkwk. Nama gue Azimatus Sya’bana, oleh teman-teman biasa dipanggil “Bana”. Lahir tanggal 27 September 2005 (bentar lagi gue ultah, kali aja kalian mau ngasih kado, wkwk) dari pasangan suami istri Khasani dan Saimah. Kata bokap dan nyokap gue terlahir dengan bobot di atas rata-rata manusia pada umumnya, 2 liter, eh…  Ya, pokoknya gitu deh kata mereka. Gue kura...

A NEW PHASE OF LIFE

 Banyak hal yang gue lewatkan untuk gue tulis selama beberapa bulan ini. Bahkan, yang pada bab terakhir di blog gue, yaitu... gue sempat berjanji akan menulis kelanjutan cerita gue setelah memenangkan lomba geguritan, namun yang terjadi sebaliknya... gue jadi malas menulis lagi. YAH.... namanya juga orang. Kadang mood, kadang nggak, ya 'kan? Baru saja tadi siang, gue bertanya ke Nabil, "Apa gue nulis lagi aja ya?"  Nabil menjawab, "Iya aja sih." Maka, dengan ini gue memutuskan untuk "Bismillah ayo nulis lagi", sedikit demi sedikit... gue mulai mencari referensi-referensi buku untuk gue baca agar gue terpantik untuk semangat menulis kembali. Secara sederhana, semua hal di atas dipengaruhi oleh; 1. Gue sudah tidak punya teman untuk berbagi cerita, A.K.A. gue FREEMAN ALIAS JOMBLO NIH GA PUNYA TEMEN CURHAT:). Beberapa orang datang lalu pergi. Ada yang tanpa sebab, dan ada pula yang disebabkan oleh keegoisan gue, UDAH GAK HERAN LAHHH.... 2. Gue punya ciri k...

I'm Back!!!!

Hey , Fellas! Lama tak berjumpa. Udah lama banget gue nggak nulis di blog ini. Dua bulan ini gue sibuk banget, dan sisanya gue males, hahahaha, sorry.  Buat kalian para pembaca setia blog gue, gue minta maaf sebesar-besarnya karena telah mengecewakan kalian dan membuat kalian bertanya-tanya, "Kapan sih, Zim Kazama nulis lagi?" Well, I'm back, Guys! Gue udah balik! Ada banyak banget hal yang menyebabkan gue susah menulis di blog ini selama dua bulan terakhir. Di sekolah banyak sekali acara besar yang mengharuskan gue bolak-balik rumah sekolah bahkan di waktu istirahat. Well, meskipun begitu gue sangat menikmati masa-masa ini. Karena akan ada masanya gue cuma duduk memandangi album kenangan, lalu dalam hati gue bergumam, "Gue pernah ngerasain indahnya masa sekolah." Selain acara sekolah, dua bulan terakhir ini gue juga mengikuti beberapa kompetisi yang amat menguras intuisi, seperti Olimpiade Bahasa Indonesia, gue ikut dua kompetisi, lalu ada Olimpiade Akuntans...

Jujur itu enak

Semenjak kejadian gue menabrak sepeda motor, gue jadi sosok yang lebih hati-hati. Kehati-hatian ini tidak hanya gue lakukan dalam bertindak, namun dalam pelajaran juga. Buktinya, hari ini pelajaran ekonomi, ketika Nabil disuruh Ustaz Rozaq presentasi gue tidak bertanya. Takut menabrak. Kali ini bukan sepeda motor, melainkan menabrak APBN. Sial. Ustaz Rozaq di sela-sela Nabil sedang presentasi tiba-tiba mendekati gue lalu menanyakan hal yang sama sekali tidak ingin gue ingat, yaitu kejadian gue menabrak sepeda motor kemarin. "Zim..." panggil Ustaz Rozaq. "Iya, Pak Ustaz. Kenapa, Pak?" tanya gue. "Itu kemarin maksudnya gimana kok sampe nabrak motornya pak Kiai Rodli?" Degg. Jantung gue seketika berhenti berdetak. Ustaz Rozaq ternyata sudah melihat rekaman di cctv madrasah. Mampus nih gue, kalau videonya disimpan, terus dibikin story whatsapp bagaimana? Atau lebih parahnya dibuat meme di tiktok. Menggunakan template "I'm addicted to". Seant...

Luka Baru di Sabtu Lesu

Ustaz Adzkiya masuk ke kelas kami dan langsung memulai pelajaran dengan membagikan hasil tugas minggu lalu. Kemudian, beliau memberikan kami tugas tambahan, yaitu menuliskan satu saja budaya Indonesia beserta hal-hal yang berkaitan dengannya.  Otak gue masih cooldown sehabis mengerjakan tugas ekonomi sebelum beliau masuk menggantikan jam pelajaran Ustaz Rozaq, namun sekarang dipaksa untuk berpikir lagi. Akhirnya gue ngebleng. Kepala gue panas. Asap putih keluar dari sela-sela rambut gue. "YA ALLAH!!!" teriak gue dalam hati, keras, saking kerasnya Pak Bon yang tengah menyukur tanaman pucuk merah pun ikut terperangah, kaget dengan peristiwa aneh ini. Dalam hatinya mungkin berpikir: sudah waktunya umat manusia untuk bertaubat. Gue bertanya ke Nabil, budaya apa yang akan ia tulis di tugas tambahan ini. Nabil menggeleng pelan. Lalu dia menyembunyikan jawabannya. "Lo jawab apa, Bil?" tanya gue penasaran dengan mulut sedikit menganga. "Kepo lo, kek petugas sensus....

Membuka Diri Itu Asyik

Awalnya gue pikir menjadi seorang yang pendiam itu keren. Gue bakalan menjadi sosok yang misterius, punya kesan cool dan terlihat seperti  seorang Sasuke: diam berdebu, bergerak minta dua ribu. Namun, setelah gue coba, ternyata menjadi seorang cowok pendiam yang misterius itu susah. Alih-alih menjadi pendiam yang keren seperti Sasuke, gue justru terlihat seperti Ijat, temannya Upin dan Ipin. Nggak banget. Maka dari itu, gue mulai membuka diri gue pada kelas 2 MTs silam. Gue mulai melakukan apa yang gue suka dan menunjukkannya pada dunia. Ini baru cool. Hal ini gue rasakan betul manfatnya, gue sekarang menjadi seseorang yang dikenal, relasi gue luas, dan tentunya banyak fans cewek (baca: fanatik gila) Imbasnya bahkan sampai sekarang. Setiap gue melewati gedung putri, atau kebetulan lewat di kantin yang biasanya ramai anak putri, biasanya ada yang memanggil-manggil nama gue. Awalnya gue nggak masalah dengan mereka yang memanggil nama gue. Tapi, lama kelamaan mereka ngaco, mereka ...

Dan Terjadi Lagi...

Gue baru saja sampai di parkiran yang baru diresmikan awal semester 2 ini, lalu melihat Tammam yang sedang menata parkiran bersama Ustaz Rozaq. Jiwa simpati gue seketika meronta-ronta untuk menolong mereka, akhirnya gue parkir motor lalu membantu mereka menata parkiran. Pagi ini sama seperti hari-hari belakangan, mendung. Akhir-akhir ini  langit senang menampakkan wajahnya yang murung. Entah ia akan menumpahkan air mata yang menjelma gerimis, atau membendungnya terlebih dahulu agar bisa turun dengan deras nantinya. Udara yang semriwing menggerogoti sekujur tubuh gue. Semua ke- semriwingan itu sirna saat  tangan gue beradu dengan pegangan jok sepeda motor. Satu demi satu sepeda motor gue tata dengan rapi, serapi tatanan rambut gue hari ini. Jiakhh. Lalu, Rizal si Ketua PKS datang dari arah timur, dari luar gerbang parkiran. Rizal bersalaman dengan Ustaz Rozaq, lalu menyapa kami berdua. "Assalamu'alaikum!" ucapnya dengan tampang sok ganteng, padahal memang ganteng. Ja...