Langsung ke konten utama

A NEW PHASE OF LIFE

 Banyak hal yang gue lewatkan untuk gue tulis selama beberapa bulan ini. Bahkan, yang pada bab terakhir di blog gue, yaitu... gue sempat berjanji akan menulis kelanjutan cerita gue setelah memenangkan lomba geguritan, namun yang terjadi sebaliknya... gue jadi malas menulis lagi.

YAH.... namanya juga orang. Kadang mood, kadang nggak, ya 'kan?

Baru saja tadi siang, gue bertanya ke Nabil, "Apa gue nulis lagi aja ya?" 

Nabil menjawab, "Iya aja sih." Maka, dengan ini gue memutuskan untuk "Bismillah ayo nulis lagi", sedikit demi sedikit... gue mulai mencari referensi-referensi buku untuk gue baca agar gue terpantik untuk semangat menulis kembali.

Secara sederhana, semua hal di atas dipengaruhi oleh; 1. Gue sudah tidak punya teman untuk berbagi cerita, A.K.A. gue FREEMAN ALIAS JOMBLO NIH GA PUNYA TEMEN CURHAT:). Beberapa orang datang lalu pergi. Ada yang tanpa sebab, dan ada pula yang disebabkan oleh keegoisan gue, UDAH GAK HERAN LAHHH....

2. Gue punya ciri khas komedi baru, yaitu komedi garing ala bapak-bapak. Kenapa gue tiba-tiba dianugerahi kekuatan baru ini? (baca: dianugerahi kebodohan baru). Sudah dua bulan ini gue sering menonton konten "Namanya juga orang" dari channel youtube VINDES, yang dibintangi oleh Indra Frimawan dan Rigen Rakelna. Sebenarnya kontennya hanya berisi Indra & Rigen yang nongkrong-nongkrong dan ngobrol ga jelas. Tetapi, justru itu yang gue sukai dari konten tersebut, obrolannya ringan nggak seperti di podcast yang membutuhkan pemikiran kritis, mereka juga menyetting seakan-akan Indra & Rigen benar-benar sedang nongkrong. Dan yang paling ajaib, MEREKA SHOOTING TANPA SKRIP, NGALIR DOANG... 

Tetapi bukan keajaiban-keajaiban yang sudah gue sebutkan tadi yang gue tiru dari konten tersebut, melainkan obrolan Indra Frimawan yang ngelantur & kadang mindblowing yang gue tiru. Contoh: Di kampung gue ada orang gila, suka telanjang, terus dimarahi bapak bapak... 

"Kamu kenapa nggak pakai baju dan celana?"

"Lah, bapak ngapain masuk? Orang saya lagi mandi."

"..."

Well, gue sekarang sudah duduk di bangku kelas 12, tapi sekarang lagi gak duduk di bangku kelas, karena gue di rumah:v.

Tuh kan, apa gue bilang? Gue jadi kayak Indra Frimawan.

Yah, itulah sekilas pembukaan yang baru dari gue. Semoga ke depannya gue terus semangat untuk menulis lagi. Karena kalo nggak nulis gue mau ngapain????? 

Support terus ya😁😁😁

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memotret Kohesi Sosial Kliwonan Wonoyoso dari Sudut Pandang Individualisme

             Pagi hari. Waktu paling umum bagi sebagian besar masyarakat kelas pekerja untuk berangkat bekerja. Pun juga waktu paling umum untuk berangkat sekolah atau kuliah. Akan tetapi pengalaman berangkat bekerja atau sekolah & kuliah ini akan terasa berbeda jika harus melewati rute Jalan Raya  Kertijayan – Jalan Raya Sapugarut di hari Jumat Kliwon. Ada pemandangan yang berbeda jika dibandingkan dengan hari-hari biasanya, yakni kerumunan pedagang jajan, pakaian, dan lain-lainnya berjejer di pinggir jalan sepanjang Jalan Raya Kertijayan hingga Jalan Raya Sapugarut.             “Kliwonan” atau “Pasar Kliwon” begitu warga setempat menyebutnya. Merupakan semacam tradisi spiritual yang sudah dilestarikan warga Desa Wonoyoso dan sekitarnya sejak lama sekali. Pusat tradisi ini sebenarnya berada pada Masjid Jami’ Wonoyoso yang konon katanya memiliki sumur keramat—jika mandi atau mi...

Satu Gagang Sapu

       Sabtu, 11 April 2026. Saya bangun tidur dengan perasaan lega karena baru saja menuntaskan satu tanggung jawab. Ketika mata melek, tak ada perasaan berat seperti beberapa hari sebelumnya. Akan tetapi perasaan tersebut ternyata tidak bertahan lama--langsung terusik oleh postingan status whatsapp salah satu teman di kampus yang baru saja dilamar oleh kekasihnya.    Bukan, bukan berarti saya cemburu karena teman saya dilamar. Pun kalau bisa dikata cemburu, konteks cemburunya bukan cemburu secara romantis, saya lebih memilih cemburu secara finansial. Sebab, secara praktis, mereka yang telah berani menapaki jalan menuju pernikahan artinya sudah bisa dikatakan mapan (walaupun tentu tidak sepenuhnya) baik secara finansial maupun mental dan aspek lainnya.      Saya mbatin sejenak, "Memang ya, bangun tidur itu harusnya langsung solat subuh habis itu olahraga atau baca buku, bukan malah buka medsos." Baru satu postingan saja sudah bikin saya mbat...

Alienasi dan Diskriminasi terhadap Mahasiswa Internasional

              Minggu sore, 12 Juli 2026. Saya baru saja pulang dari Stadion Hoegeng Pekalongan bersama Haroon setelah berlatih passing sepakbola. Haroon adalah salah satu dari sekian banyak mahasiswa internasional di UIN Gusdur yang berteman dengan saya. Pertama kali saya bertemu Haroon 28 Januari 2026, waktu itu Humas UIN Gusdur membutuhkan talent untuk video promosi kampus tentang keberadaan mahasiswa internasional di UIN Gusdur. Intinya video tersebut bermaksud memberitahu khalayak bahwa di kampus kami ada mahasiswa internasional yang berkuliah di dalamnya. Kebetulan sekali pada bulan Oktober 2025 saya sempat menjadi talent untuk video profil kampus, waktu itu Bu Afina Fahru yang menggandeng saya ke dalam projek tersebut, sebab beliau tahu saya menjadi aktor utama dalam film “Evakuasi” yang merupakan projek UAS dalam mata kuliah Sinematografi & Dramaturgi yang diampu beliau. Jadi saya ditarik untuk projek Humas ini ka...