Sabtu malam Minggu, tanggal 6 September tahun 2025. Malam itu udara di Bojong tidak terlalu hangat seperti hari-hari sebelumnya, mengingat belakangan ini masih masuk musim kemarau. Angin berhembus dalam skala 20 – 25 knot. Deru suara kendaraan masih terus menghiasi jalanan yang belum mengenal kata lelah. Hangatnya menu-menu andalan masih bisa dirasakan; baunya masih terus merebak, sementara pelanggan-pelanggan tak henti lalu lalang. Setengah sembilan, Naura baru saja diantar pulang oleh tunangannya, Edwin, setelah keduanya menyelesaikan fitting baju untuk pernikahan mereka pada hari Jumat mendatang. Yamaha Fazzio berwarna hijau telur asin berhenti di depan sebuah rumah dengan warna cat serupa. Pemiliknya melengkungkan bibir seraya berkaca-kaca. “Ini serius kita bentar lagi mau nikah?” sambil mulai meneteskan air mata, Naura bertanya pada sang pujaan hati. ...
Bernarasi sesuka hati. Berbiasalah, berbahagialah!