Langsung ke konten utama

Life Is Random

            Hidup itu kadang suka tiba-tiba random. Ada orang lagi asyik-asyiknya mengejar impian, tiba-tiba ia harus melipir ke jalan lain yang ternyata lebih bisa membuatnya "hidup". Skenario Tuhan benar-benar sulit untuk ditebak. Hal ini juga terjadi kepada gue. Jadi begini ceritanya...

            Sekitar akhir bulan Maret lalu, gue yang baru saja selesai menghadapi ujian mendapat tawaran untuk bekerja oleh kakak kelas gue, Mbak Silva. Doi menawarkan gue untuk bekerja live tiktok promosi toko, you knowlah, pekerjaan ynga baru muncul di abad ini. Yang mana gue masih terlalu "asing" dengannya.

            "Boleh sih, sekalian daripada gue gabut nanti bulan puasa," kata gue antusias.
            "Oke, gue bilangin bos-nya dulul," jawab Mbak Silva.
            "Tapi nanti tetep dikasih tutor dulu dong, hehe."
            "Gampang itu mah..."

            Selang beberapa hari Mbak Silva kembali mengabari gue. Tepatnya pada hari Selasa malam Rabu tanggal 21 Maret silam, gue sudah bisa memulai bekerja, kata Doi.
            "Malem rabu lu udah bisa mulai, Zim, sekalian latihan dulu,"
            "Siap."
            Selisih beberapa jam kemudian, Ustaz Rozaq, guru mapel ekonomi sekaligus pembina PKS tiba-tiba WhatsApp gue, bernadakan minta tolong.
            "Lop, ini Ustad Ziyad lagi nyari karyawan. Kamu bisa nggak?"
            Bum..... Bingung menghinggapi kepala gue. Akhirnya, dengan skill lobby abal-abal gue, gue pun mencoba untuk me-lobby Ustad Rozaq bahwa gue sudah ada pekerjaan.
            "Waduh, Pak, saya baru aja dapat tawaran kerja, Pak. Tinggal berangkat doang nanti malam," kata gue coba meluruskan.
            Namun, bukan Pak Rozaq namanya kalo nggak jago lobby, akhirnya skill lobby abal-abal gue kalah dengan skill beliau yang di atas rata-rata. 
            "Ini Ustad-mu, lop, dibantu... Kasihan kalo nggak dibantu."
            Dan pada akhirnya, setelah semua badai otak yang menerjang kepala gue, gue memutuskan untuk bekerja di Ustad Ziyad. Gue ngomong sama Mbak Silva apa adanya, doi nggak apa-apa. Kayaknya? Eh beneran gapapa gak?😭
            Esok harinya, pagi-pagi gue datang ke rumah Ustad Ziyad, beliau langsung tutor gue segala hal yang akan gue kerjakan. Sat set sat set. 
             "Jadi gini caranya ngeprint resi."
             "Oke."
             "Jadi gini caranya packing."
`            "Oke."
             "Jadi gini... jadi...."
             "Hah?"

    Otak gue yang penyimpanannya hampir habis, akhirnya terpaksa melakukan pembersihan besar-besaran, jiakhhh. Hapus file kenangan bersamanya? Ya? Tidak? Wkwk. Awal-awal bekerja gue masih sering bingung dengan hal-hal yang belum sempat dijelaskan Ustad Ziyad, namun waktu yang menjawabnya, teman kerja gue, Mbak Is, dan Mas Aris yang menjelaskan hal-hal yang terlewatkan oleh Ustad Ziyad, aman.....

                Singkat cerita gue sudah tiga minggu bekerja di sana, dan sekarang sudah mulai merasakan sakit pinggang yang menyebalkan, huft. Tetapi, di balik semua sakit pinggang ini, ada uang yang sudah menanti di penghujung minggu nanti. HAHAHAHA! Salam Absurd! Setidaknya gue tetap bisa menulis meski nggak sering.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memotret Kohesi Sosial Kliwonan Wonoyoso dari Sudut Pandang Individualisme

             Pagi hari. Waktu paling umum bagi sebagian besar masyarakat kelas pekerja untuk berangkat bekerja. Pun juga waktu paling umum untuk berangkat sekolah atau kuliah. Akan tetapi pengalaman berangkat bekerja atau sekolah & kuliah ini akan terasa berbeda jika harus melewati rute Jalan Raya  Kertijayan – Jalan Raya Sapugarut di hari Jumat Kliwon. Ada pemandangan yang berbeda jika dibandingkan dengan hari-hari biasanya, yakni kerumunan pedagang jajan, pakaian, dan lain-lainnya berjejer di pinggir jalan sepanjang Jalan Raya Kertijayan hingga Jalan Raya Sapugarut.             “Kliwonan” atau “Pasar Kliwon” begitu warga setempat menyebutnya. Merupakan semacam tradisi spiritual yang sudah dilestarikan warga Desa Wonoyoso dan sekitarnya sejak lama sekali. Pusat tradisi ini sebenarnya berada pada Masjid Jami’ Wonoyoso yang konon katanya memiliki sumur keramat—jika mandi atau mi...

Satu Gagang Sapu

       Sabtu, 11 April 2026. Saya bangun tidur dengan perasaan lega karena baru saja menuntaskan satu tanggung jawab. Ketika mata melek, tak ada perasaan berat seperti beberapa hari sebelumnya. Akan tetapi perasaan tersebut ternyata tidak bertahan lama--langsung terusik oleh postingan status whatsapp salah satu teman di kampus yang baru saja dilamar oleh kekasihnya.    Bukan, bukan berarti saya cemburu karena teman saya dilamar. Pun kalau bisa dikata cemburu, konteks cemburunya bukan cemburu secara romantis, saya lebih memilih cemburu secara finansial. Sebab, secara praktis, mereka yang telah berani menapaki jalan menuju pernikahan artinya sudah bisa dikatakan mapan (walaupun tentu tidak sepenuhnya) baik secara finansial maupun mental dan aspek lainnya.      Saya mbatin sejenak, "Memang ya, bangun tidur itu harusnya langsung solat subuh habis itu olahraga atau baca buku, bukan malah buka medsos." Baru satu postingan saja sudah bikin saya mbat...

Alienasi dan Diskriminasi terhadap Mahasiswa Internasional

              Minggu sore, 12 Juli 2026. Saya baru saja pulang dari Stadion Hoegeng Pekalongan bersama Haroon setelah berlatih passing sepakbola. Haroon adalah salah satu dari sekian banyak mahasiswa internasional di UIN Gusdur yang berteman dengan saya. Pertama kali saya bertemu Haroon 28 Januari 2026, waktu itu Humas UIN Gusdur membutuhkan talent untuk video promosi kampus tentang keberadaan mahasiswa internasional di UIN Gusdur. Intinya video tersebut bermaksud memberitahu khalayak bahwa di kampus kami ada mahasiswa internasional yang berkuliah di dalamnya. Kebetulan sekali pada bulan Oktober 2025 saya sempat menjadi talent untuk video profil kampus, waktu itu Bu Afina Fahru yang menggandeng saya ke dalam projek tersebut, sebab beliau tahu saya menjadi aktor utama dalam film “Evakuasi” yang merupakan projek UAS dalam mata kuliah Sinematografi & Dramaturgi yang diampu beliau. Jadi saya ditarik untuk projek Humas ini ka...