Sedikit Nulis Banyak Malesnya

Tahun 2022 adalah tahunnya drama. Drama persahabatan, drama percintaan, drama persekolahan, drama keorganisasian, sampai ke drama Piala Dunia FIFA 2022 di Qatar yang penuh dengan kejutan. Boom. Tahun 2022 Bisa digambarkan oleh sebuah kata: EPIC!

Gue tidak banyak menulis di tahun ini, karena sudah sejak sekian abad gue kehilangan spirit untuk menulis, mungkin karena benturan dengan asteroid waktu itu, oh shit. Namun, meski demikian gue selalu memikirkan bagaimana caranya blog ini kembali gue isi dengan tulisan-tulisan absurd gue yang fresh. Tulisan sebelumnya bahkan sempat berjanji menampilkan tantangan 30 hari menulis, tetapi hasilnya nihil, wkwk. Lagi-lagi gue kalah dengan rasa malas tersebut, njriiittttt!

Ada banyak hal yang tidak sempat gue ceritakan ke kalian, atau lebih layak disebut “gue lewatkan untuk gue ceritakan ke kalian”, ya kalau yang dimaksud “kalian” itu memang ada, xixixiiii. Pada kesempatan kali ini gue akan menceritakan beberapa hal “mengejutkan” di tahun ini, juga sambil mengingat kembali cerita-cerita lama yang pernah gue tulis alias flashdisk, sorry, flashback maksudnya.

MASIH INGATKAH kalian dengan Yasmin? Ya, cewek yang dulu pernah confess bahwa dia memendam rasa ke gue selama 3 tahun. Ya, kami akhirnya benar-benar jadian, tidak sekadar dekat saja. Ya… meskipun hubungan kami ini sering putus-nyambung. Rata-rata juga permasalahan muncul dari gue yang tidak sabaran, dan sebagainya. Ahahaha, ya ampun. Sorry, Nduts. 

MASIH INGATKAH kalian dengan Arjun? Ya, wakil pimpinan redaksi gue waktu masih menjabat di ATSAR. Hubungan kami merenggang semenjak kepengurusan organisasi angkatan gue mempurnakan diri. Semua rencana healing pascapurna pun hilang begitu saja, kami berdua jadi jarang mengobrol. Bahkan untuk sekadar menyapa saja sangat jarang. Penyebabnya? Wkwk, ini terlalu pribadi buat gue, sorry gue nggak bisa ceritain.

Tahun 2022 ditutup dengan pagelaran Piala Dunia Qatar yang menghadirkan banyak kejutan, dan baru tadi malam Argentina keluar sebagai kampiun dalam peglaran empat tahunan ini setelah mengandaskan perlawanan Prancis melalui adu penalty 4:2. Sebuah kado yang sangat istimewa bagi sang megabintang Lionel Messi yang kali ini benar-benar melegalkan diri sebagai ‘The Real GOAT”. Jujur semalam gue terharu menyaksikan perjuangan timnas Argentina, mereka hamper saja “diprank” oleh Prancis dengan dua gol pemain bintang mereka, Kylian Mbappe yang memaksa pertandingan dilanjutkan ke babak perpanjangan, dan sempat diungguli lagi oleh gol Messi pada menit 109, namun Mbappe kembali bringas dengan melakukan Hat-trick. Adu penalty tidak terelakkan. Namun, Argentina bisa bicara lebih. Mereka sudah pernah menghadapi babak adu penalti di babak delapan besar kontra Timnas Belanda. Takdir pun berpihak pada Tim Tango. Fiuhhhhh! Greatest Match!

Tahun 2022 juga menjadi tahun yang sedih untuk keluarga gue, wa bil khusus untuk Bokap. Ada kabar duka dari keluarga Bokap, Pakdhe Gafi (Kakaknya Bokap) meninggal dunia pada hari Sabtu, 10 Desember 2022 setelah sempat koma selama kurang lebih satu minggu. Selama koma tersebut, Bokap dan adiknya, atau yang gue sebut sebagai paman, yaitu Paman Maskuri bertolak ke Purwokerto karena kondisi Pakdhe yang memprihatinkan tersebut, pengin lihat adik-adiknya kalau kata Mbak Dewi dan Mas Ivan (anak pakdhe). Setelah kurang lebih tiga hari Bokap dan Paman di sana, kondisi Pakdhe membaik. Bokap dan Paman akhirnya bisa pulang pada hari Sabtu sekitar pukul 00.00 yang menyebabkan gue nglilir (jawa, baca: terbangun). 

“Wah, Bapak pulang, Mak,” kata gue.

  Nyokap membukakan pintu seraya menyambut kepulangan Bokap. Gue nggak bisa tidur, kebetulan jam 02.00 nanti adalah jadwal timnas Argentina vs Timnas Belanda, akhirnya karena gue nggak bisa tidur, gue nyalain televise dan menonton pertandingan Brazil vs Kroasia yang ternyata belum selesai! Pertandingan tersebut berlanjut hingga ke babak adu penalti. Gue memaksakan diri untuk melek karena sangat nanggung untuk tidur kembali dan bangun pada pukul 02.00, sementara Brazil vs Kroasia selesai, Bokap tidur. Mengistirahatkan tubuhnya.

Sampai berita duka itu benar-benar datang. Malam Ahad adalah malam gue rutinan main PS bersama bestie gue, Baqi. Pukul 19.00, baru satu pertandingan berlangsung, Abang gue menelepon. Suruh pulang katanya.

“Pakdhe meninggal.”

“Innalilahi.”

Hampir bisa dikatakan dejavu, setahun sebelumnya Budhe Titin, istri Pakdhe Gafi yang meninggalkan dunia ini. Sekarang, Pakdhe. Bokap benar-benar tak kuasa mendengar kabar tersebut, meskipun beliau terlihat tetap tegar.

“Aku belum benar-benar siap,” kata Bokap ke Nyokap sambil memasukkan baju ke tas untuk dibawa berangkat ke Purwokerto, lagi. 

Pukul 00.00 gue sekeluarga besar semuanya berkumpul, berangkat menuju Purwokerto menaiki mobil travel. Pukul 00.00, lagi. Entahlah, timelub mungkin? 

Saat dimakamkan, anak bungsu pakdhe, Mas Ivan benar-benar tak kuasa menahan tangis. Ia pecah dengan semua kesedihannya setelah gue selesai membacakan doa tahlil. Istrinya, Bokap, dan yang lain mencoba menenangkan. Sementara gue? Gue lebih memilih kembali ke rumah pakdhe, ditemani Wildan yang sibuk mencari konter karena kuota internetnya habis. Gue adalah tipe orang yang tidak bisa berlama-lama berada di dekat orang yang sedang bersedih; karena gue kalo lagi nangis culun banget. Eh.

Pada akhirnya inilah tahun 2022, nano nano rasanya. Ada sedih, ada bahagia, ada tawa, ada air mata, ada kenangan yang sulit ‘tuk dilupa. Ada rasa yang sukar ‘tuk ditempa. Untuk kalian yang tahun ini banyak menangis, sabar dikit, nanti ada waktunya kalian tertawa. Dan untuk kalian yang tahun ini banyak tertawa, jangan terlalu lebar mangapnya. Sebab kesedihan selalu datang tiba-tiba. Jika senang jangan terlalu, jika sedih jangan terlalu, sederhana saja karena hidup tak selamanya tentang indah dan senang. Sampai jumpa di tulisan-tulisan gue selanjutnya, semoga gue tetap konsisten untuk menulis. Salam Absurd! Berbiasalah, berbahagialah!

Komentar

Postingan Populer