Angin
Hembusan angin siang ini cukup merepotkan gue. Bahkan emak gue sempat bercerita, tadi di masjid, penghalang shaf-nya ambruk menimpa beberapa jamaah pria. Mungkin, ini karena angin tahu kalau gue sedang rindu suara tawanya, sehingga angin tidak rela melihat gue susah hati, makanya angin mengamuk siang ini, untuk memberitahu dia bahwa gue sedang merindukannya.
"Terima kasih, Angin. Gue nggak ngerasa direpotin lo lagi kali ini," ucap gue ngelantur.
🗿🗿🗿
Komentar
Posting Komentar